Resika Caesaria, Social Preneur dengan Julukan Ratu Cimol Banyumas

No comments
Resika Caesaria Ratu Cimol Banyumas


Resika Caesaria, Social Preneur dengan Julukan Ratu Cimol Banyumas

 
Halo, Teman Cantik!
 
Bagaimana rasanya jika tiba-tiba keadaan menjadi menyedihkan dan menyulitkan? Seorang perempuan dari Banyumas bernama Resika Caesaria merasa sedih karena harus menjalani masa sulit. Ayahanda tercinta Resika Caesaria terkena PHK karena usianya yang sudah masuk lanjut usia dan penglihatan mulai kabur.

Kala itu Resika Caesaria akan masuk SMA tepatnya di tahun 2005, Resika mulai berpikir bagaimana caranya agar ia bisa tetap lanjut sekolah walaupun ayahnya sudah tidak bekerja lagi. Akhirnya dengan semangat dan tekad yang bulat, Resika Caesaria mulai jualan kue yang dititipkan ke warung.

Akan tetapi jualan kue donat dan batagor tidak begitu laku dan pada akhirnya Resika Caesaria memilih membuat Cimol karena Cimol jadi makanan yang baru di Banyumas dan rasanya enak serta harganya yang terjangkau. Dan Cika pun merasa beruntung karena dapat modal 63 ribu Rupiah dari orang tuanya untuk memulai berjualan cimol.

Resika Caesaria merasa bahagia karena pada akhirnya bisa masuk SMA sesuai dengan harapannya. Selanjutnya, Resika Caesaria tetap ingin belajar lagi dan Resika Caesaria menempuh pendidikan kuliah di STIKES Harapan Bangsa Purwokerto.

Saat menjadi mahasiswi itulah, Cika begitu nama panggilannya. Cika berjualan Cimol di area dekat kampusnya karena hal tersebut bisa membuat Cimol buatan Cika laku karena berjualan dekat dengan kampus.

Di tahun 2009, untuk pertama kalinya Cika punya gerobak cimol. Karena Cika merasa sudah mendapatkan banyak keuntungan dengan berjualan cimol maka Cika ingin juga agar orang lain bisa merasakan apa yang Cika rasakan. Cika pun membagikan gerobak cimol secara gratis untuk mitra usaha yang berasal dari keluarga golongan menengah ke bawah.

Cika merasa senang karena dengan berjualan cimol bisa membuat dirinya bersekolah SMA dan juga kuliah. Akan tetapi ternyata hasil jualan cimol belum bisa menutup semua biaya kuliah Cika. Untungnya ada kakak pertama Cika yang ikut membantu membayar uang kuliah Cika.

Cika ini adalah anak bungsu dari empat bersaudara dan semua saudara Cika mendukung Cika untuk berjualan cimol. Keluarga Cika merasa bangga dan bahagia saat Cika lulus dari STIKES Harapan Bangsa Purwokerto dan menjadi salah satu lulusan terbaik.

Akan tetapi setelah lulus dari Ilmu Keperawatan STIKES Harapan Bangsa Purwokerto, Cika merasa bimbang dan dilema. Cika bingung ingin memilih tetap berjualan cimol atau fokus memilih berkarir sebagai tenaga kesehatan.

Cika pun akhirnya menemukan jawaban dan menentukan pilihannya sendiri. Cika lebih memilih tetap berjualan cimol dan berusaha mengembangkan bisnis tersebut karena Cika berpikir kalau di luar sana masih banyak tenaga kesehatan yang lebih baik dari Cika.

Fokus berjualan cimol dan mengembangkan bisnis cimol ini karena awalnya Cika merasa bahagia dengan berjualan bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Dan Cika pun berpikir kalau Cika juga ingin membuat orang lain bahagia melalui jualan cimol ini.

Cika pun mengembangkan bisnis cimol ini khusus untuk orang menengah ke bawah dan untuk yang belum mendapatkan pekerjaan. Cika mengajak kerja sama orang-orang terdekatnya untuk bermitra usaha jualan cimol yaitu gerobak dan peralatannya diberikan secara gratis kepada mitra usaha setelah melalui survei langsung.

Lalu, dari mana Cika mendapatkan keuntungan jika Cika memberikan gerobak dan perlengkapannya secara gratis kepada mitra usaha? Cika mendapatkan keuntungan dari mitra usaha yang belanja di tempat Cika karena mitra usaha wajib membeli bahan baku di tempat Cika.

Banyak warga Banyumas yang merasa terbantu dengan adanya mitra usaha cimol Resika Caesaria ini. Karena mitra usaha bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan meningkatkan taraf ekonomi mitra usaha. Cika juga menganggap mitra usaha seperti keluarga sendiri jadi mitra usaha merasa seperti sedang menjalankan bisnis bersama dengan keluarga.

Di tahun 2014, Resika Caesaria mendapat penghargaan apresiasi SATU Indonesia Awards kategori kewirausahaan. Apresiasi SATU (Semangat ASTRA Terpadu) Indonesia Awards ini diberikan kepada anak muda di Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dan kontribusi positif bagi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Resika Caesaria pun mendapatkan julukan RATU CIMOL BANYUMAS karena sudah ikut serta memajukan perekonomian Banyumas dengan bisnis usaha cimol yang dirintisnya. Ya, inilah ratu yang sesungguhnya. Peka dengan lingkungan sekitar dan sayang kepada sesama yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Dan kemudian RATU CIMOL BANYUMAS menjadi nama untuk cimol yang dijual oleh Resika Caesaria.

Pada tahun 2018, Resika Caesaria mendirikan rumah produksi cimol MADE ARIZKA yang merupakan singkatan dari nama keluarganya. Dan pada tahun yang sama, ada 245 mitra usaha RATU CIMOL BANYUMAS yang ada di Banyumas dan sekitarnya.

Pada awal berdirinya tempat produksi MADE ARIZKA maka ada empat orang karyawan yang merupakan tetangga dan orang terdekat Resika Caesaria. Dan di tahun 2024 sudah ada 40 orang karyawan yang bekerja di tempat produksi MADE ARIZKA.

TERUS BERINOVASI UNTUK TETAP BERJAYA DAN BERMANFAAT UNTUK SESAMA

Masa pandemi yang telah kita lalui adalah masa-masa pahit yang harus dilalui dan seluruh dunia merasakan banyak dampaknya karena pandemi. Ratu Cimol Banyumas pun merasakan dampaknya dan sempat berhenti produksi.

Namun pandemi bukan halangan untuk tetap berkarya dan berjaya. Bangkit dari pandemi, Ratu Cimol Banyumas mulai bangkit lagi dengan terus berinovasi mulai dari meningkatkan kualitas, rasa, kemasan, dan harga.

Ya, Ratu Cimol Banyumas berinovasi dengan membuat produk baru yaitu batagor, pangsit, seblak, baso aci, dan cireng dengan berbagai macam rasa. Kemasannya pun lebih menarik dari sebelumnya dan Ratu Cimol Banyumas mulai merambah ke pemasaran digital yaitu penjualan melalui marketplace dan sosial media.

Selama 15 tahun Ratu Cimol Banyumas hanya dijual secara offline maka mulai tahun 2020 hingga sekarang ini Ratu Cimol Banyumas laris manis dengan penjualan yang tinggi di marketplace dan sosial media. Dari modal 63 ribu Rupiah, kini omset penjualan Ratu Cimol Banyumas mencapai ratusan juta Rupiah perbulannya.

Resika Caesaria, Ratu Cimol Banyumas. Perempuan cantik yang membuka banyak jalan rejeki untuk orang-orang yang membutuhkan di sekitarnya. Cika pun tak pelit ilmu karena seringkali Cika diundang untuk menjadi narasumber dan bercerita tentang kisahnya dan Ratu Cimol Banyumas di sekolah, universitas, dan juga acara-acara talkshow. Ada juga siswa dan siswi SMK di Banyumas yang berkunjung langsung ke tempat produksi Ratu Cimol Banyumas untuk belajar tentang wirausaha.

Dari Resika Caesaria kita bisa belajar bahwa jangan malu dan terus maju untuk meraih sesuatu serta tidak menyerah sebelum melangkah. Berani memulai, berani menghadapi rintangan, dan tetap ingat dengan orang terdekat yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Resika Caesaria, Ratu Cimol Banyumas. Sosok Ratu sesungguhnya yang dermawan dan tetap semangat hadapi rintangan!
 
Ratu Cimol Banyumas, Menghidupkan Jiwa Wirausaha Rakyat Jelata

RATU CIMOL BANYUMAS, julukan yang sangat tepat untuk perempuan cantik bernama Resika Caesaria dari Banyumas. Cika, begitu nama panggilannya mengawali usahanya jualan cimol sejak Cika masih remaja dan akan masuk SMA.

Anak muda kok malah jualan? Bukannya anak muda usia sekolah harus fokus belajar? Keadaan yang mendorong Cika untuk menghasilkan uang dengan berjualan cimol. Saat itu, ayahnya Cika terkena PHK dari pekerjaan beliau sebagai sopir bus padahal saat itu Cika akan masuk SMA.

Akhirnya Cika mulai berfikir dan Cika memutuskan untuk bikin cimol dan menitipkan cimol di kantin sekolah. Cika merasa bahagia karena bisa tetap sekolah dan tetap bisa berjualan cimol yang dititipkan di kantin sekolah. Waktu itu hanya dengan modal 63 ribu Rupiah Cika memulai usahanya berjualan cimol.

Karena semangat yang tak pernah menyerah saat berjualan Cimol, akhirnya Cika lulus SMA dan masuk ke STIKES Harapan Bangsa Purwokerto. Saat kuliah pun, Cika tetap bersemangat jualan cimol yang Cika bikin sendiri. Tak ada rasa malu dan tak ada rasa takut di saat teman yang lainnya fokus belajar Cika juga fokus belajar dan tetap semangat jualan cimol.

Cika yang selalu suka belajar akhirnya menjadi lulusan terbaik lulusan S1 Ilmu Keperawatan STIKES Harapan Bangsa Purwokerto. Tapi setelah itu Cika dilema, ingin menjadi tenaga kesehatan yang menolong banyak orang atau tetap menjalankan bisnis cimol yang sudah Cika rintis sejak Cika masuk SMA.

Akhirnya Cika memutuskan untuk tetap menjalani bisnis cimol yang sudah Cika rintis. Di luar sana masih banyak perawat yang lebih baik dalam segala hal dari Cika. Jadi, Cika memutuskan untuk melanjutkan misi sosialnya dalam bisnis cimol yang sudah Cika rintis.

Cika menjalankan bisnisnya dengan membuka kesempatan mitra usaha untuk masyarakat kurang mampu dalam hal ekonomi dan bagi pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan. Dan akhirnya Cika memiliki 60 mitra usaha dari golongan masyarakat kurang mampu dalam hal ekonomi dan bagi pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan.

Berkat kegigihan dan semangatnya dalam berbisnis membantu orang lain yang membutuhkan penghasilan akhirnya Cika mendapatkan penghargaan SATU INDONESIA Awards 2014 Kategori Bidang Kewirausahaan.

Cika yang merintis usahanya sejak tahun 2005 ini akhirnya mendirikan CV Made Arizka Sejahtera di tahun 2018 yang tujuannya adalah sebagai rumah produksi cimol agar terus berkembang dan semakin jaya tapi tetap melaksanakan misi sosialnya.

Menjadi pengusaha dan mendapatkan penghargaan tidak membuat Cika merasa sombong. Cika tetap rendah hati dan tetap semangat menjalankan bisnis cimol. Dan akhirnya RATU CIMOL BANYUMAS menjadi nama brand bisnis Cika tersebut selain menjadi julukan yang tepat untuk Cika.

RATU CIMOL BANYUMAS memiliki visi dan misi yaitu membuka rejeki orang lain, mengangkat derajat pengangguran, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan semboyan always listening always supporting, dan tetap mengedepankan kualitas.

Kualitas produk cimol memang selalu menjadi hal yang utama karena hal ini yang menjadi kunci suksesnya bisnis kuliner ini. Cimol original, cimol krispi, cireng rujak, cireng isi, cilok, keripik cimol, cimol rainbow, dan cimol bola-bola adalah produk unggulan dari RATU CIMOL BANYUMAS. Tidak hanya itu saja, usaha sosial yang dirintis Cika ini juga memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat dengan ekonomi kurang mampu.

RATU CIMOL BANYUMAS, Menghidupkan Jiwa Wirausaha Rakyat Jelata

RATU CIMOL BANYUMAS ini merupakan wirausaha sosial yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu. Cika selalu survey secara langsung ke calon mitra dengan berkunjung dan berkenalan dengan calon mitra karena Cika akan memastikan dengan benar bahwa calon mitranya memang berhak bergabung dengan RATU CIMOL BANYUMAS dan mendapatkan modal bisnis cimol dan ilmu berbisnis tentunya.

Cika berkunjung ke rumah Bapak Suparno di Cilongok, Banyumas. Pak Suparno merasa senang karena menjadi calon mitra RATU CIMOL BANYUMAS. Setelah melakukan survey secara langsung maka Cika akan menyeleksi siapa yang berhak menjadi mitra RATU CIMOL BANYUMAS sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dan pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan.

Cika memberikan paket permodalan berupa gerobak dan perlengkapannya secara GRATIS kepada mitranya. Selanjutnya mitra diberikan pendampingan berupa cara penyajian cimol, cara penyimpanan cimol, product knowledge cimol, dan juga sistem mindset menjadi pengusaha. Saat ini, RATU CIMOL BANYUMAS sudah memiliki 400 kemitraan yang terbagi dalam 4 jenis kemitraan yaitu,

Kemitraan Inventaris RATU CIMOL BANYUMAS yaitu GRATIS mendapatkan modal, gerobak, dan perlengkapan dari RATU CIMOL BANYUMAS. Kemitraan Full Inventaris hanya untuk kaum Dhuafa khususnya untuk yang berdomisili di Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga.

Kemitraan Non Inventaris khusus untuk yang berjualan di warung, pasar, kantin, dan rumah. Kemitraan non inventaris ini bisa untuk mendapatkan penghasilan tambahan khususnya untuk yang berjualan di warung, pasar, dan kantin

Kemitraan reseller online terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan hak diskon harga cimol sebesar 40%. Untuk yang suka bisnis makanan cocok banget dong bergabung jadi kemitraan reseller online.

Kemitraan Franchise atau waralaba ini ditujukan untuk orang yang sudah memiliki penghasilan tetap dan diatas gaji UMR. Kemitraan Franchise yaitu dengan investasi sebanyak 15 juta untuk bisa bergabung menjadi mitra RATU CIMOL BANYUMAS agar bisa mendapatkan gerobak dan perlengkapan jualan cimol.

Penghasilan dari kemitraan franchise tidak masuk kantong pribadi Cika. Akan tetapi penghasilan dari kemitraan franchise digunakan untuk membeli gerobak cimol yang akan dibagikan ke kemitraan full inventaris yaitu kaum dhuafa.

Bu Susi, ibu rumah tangga yang bergabung menjadi mitra RATU CIMOL BANYUMAS merasa bahagia karena bisa membantu perekonomian keluarganya setelah bergabung menjadi mitra RATU CIMOL BANYUMAS.

Ada juga Bu Kasmiati, mitra RATU CIMOL BANYUMAS yang merasa bahagia karena perekonomiannya membaik. Cika si RATU CIMOL BANYUMAS juga menganggap Bu Kasmiati seperti keluarganya sendiri. Bu Kasmiati selalu bercerita apa saja kendala yang dialami saat jualan cimol dan Cika selalu mendengarkan dan memberi solusi untuk Bu Kasmiati.

Di tahun 2016, bisnis RATU CIMOL BANYUMAS omsetnya 60jt – 90jt per bulan. Dan di tahun 2019, omsetnya semakin bertambah yaitu 200jt per bulan. WOW. Sungguh omset yang banyak ya. Tapi dalam hal berbisnis sosial ini bukan keuntungan saja yang dicari. Kebahagiaan orang di sekitar Cika karena sudah punya penghasilan dari jualan cimol bisnis RATU CIMOL BANYUMAS adalah kebahagiaan yang sesungguhnya untuk Cika.

Penghasilan Cika didapat dari belanja mitra binaan RATU CIMOL BANYUMAS. Dari keuntungan tersebut Cika menyisihkan untuk pemberdayaan masyarakat yaitu untuk mitra full inventaris yang mendapatkan bantuan modal + perlengkapan 100% GRATIS dari RATU CIMOL BANYUMAS. Dan Sebagian keuntungannya untuk mengembangkan bisnis usaha RATU CIMOL BANYUMAS.

Lalu, bagaimana jika cimol tidak laku? Mitra bisa meretur cimol. Returan cimol tersebut akan diberikan kepada peternak ikan untuk dijadikan pakan ikan. Ada tiga peternak yang sudah bekerja sama dengan RATU CIMOL BANYUMAS untuk menampung produk returan tersebut. Para peternak tersebut mendapatkan produk returan jadi pakan ikan secara GRATIS.

Sudah Bergelar Ratu Tapi Tak Pelit Ilmu

Ya, Resika Caesaria sudah bergelar ratu tapi tidak pelit ilmu. Sering kali Cika jadi narasumber untuk anak sekolah dan anak kuliahan untuk membagikan kisah inspiratifnya menjadi sociopreneur yang dimulainya dengan berjualan cimol sejak Cika akan masuk SMA. Cika juga membagikan semangat kepada generasi muda untuk tidak malu memulai berwirausaha.

RATU CIMOL BANYUMAS juga dijadikan tempat belajar sekaligus tempat PKL bagi mahasiswa penerima beasiswa dari IPB (Institute Pertanian Bogor). Selama 10 hari di RATU CIMOL BANYUMAS, mahasiswa tersebut belajar bagaimana sistem produksi, distribusi, pembukuan, dan yang lainnya.

Cika merasa apa yang akan dipelajari dari bisnis sociopreneur yang dirintisnya ini? Karena biasanya mahasiswa akan melaksanakan PKL di perusahaan besar. Baik hati karena menolong sesama tapi tetap rendah hati dan selalu ingat berbagi, itulah sosok Resika Caesaria RATU CIMOL BANYUMAS yang menghidupkan jiwa wirausaha rakyat jelata.

Pandemi Bukan Halangan untuk Berbagi

Tahun 2020 – 2021 adalah tahun-tahun yang menyedihkan karena pandemi. Banyak usaha yang gulung tikar. Para karyawan terkena PHK dan akhirnya menjadi pengangguran yang tidak punya pekerjaan. RATU CIMOL BANYUMAS dan Bupati Banyumas bekerja sama untuk berbagi kebaikan kepada sesama yang membutuhkan yaitu membagikan gerobak cimol kepada 20 warga yang terpilih dengan harapan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Banyumas untuk meningkatkan penghasilan bagi warga kurang mampu meskipun sedang pandemi.

Kok bantu orang lain terus sih? Emang nggak takut rugi ya? Cika mengatakan kalau dia tidak rugi karena ada sesuatu yang menggerakkan hati dan bikin keuntungan uang itu nggak begitu penting selain bantuan dan pertolongan yang bermanfaat untuk orang lain. Kalau sudah menolong orang lain itu sudah menjadi keuntungan untuk diri kita.

Cika merasa bahagia karena melalui tangannya dia bisa membantu meningkatkan perekonomian warga Banyumas dan sekitarnya. Cika ingin orang lain bahagia karena punya penghasilan dan Cika tidak ingin orang lain seperti dirinya dulu yaitu masa sulit saat tidak punya uang.

“Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Tidak perlu menunggu hebat untuk bergerak. Jika hari ini masih diberikan hidup artinya hari ini masih diberikan kesempatan untuk berbuat baik” – RATU CIMOL BANYUMAS (Resika Caesaria)

Referensi Gambar dan Tulisan : Akun Media Sosial Resika Caesaria dan Ratu Cimol Banyumas

No comments

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Sinok Farida dan memberikan komentar 😍