Lia Herliana, Blogger dan Penulis Buku Anak dari Kabupaten Grobogan
Halo, Teman Cantik!
Lia
Herliana. Itulah namanya. Seorang blogger dan penulis buku anak dari
Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Karena saya bergabung dengan komunitas
blogger Gandjel Rel Semarang maka saya akhirnya bisa mengenal Mbak Lia
Herliana. Walaupun saya orang dewasa tapi saya suka baca buku anak dan
buku anak karya Mbak Lia Herliana itu enak untuk dibaca, punya pesan
baik, dan gambar ilustrasinya juga menarik. Di postingan ini saya akan
membahas tentang pengalaman saya dan keponakan saya baca buku karya Mbak
Lia Herliana. Dan kalian bisa juga berkunjung ke blog Mbak Lia Herliana
yaitu www.liaherliana.blogspot.com ya, teman!
Baca Buku Main Apa Dong? Seri Buku Anak Karya Lia Herliana, Belajar Mengenalkan Anak dengan Permainan yang Aman dan Menyenangkan
Siapa
nih yang suka baca buku anak-anak? Walaupun saya sudah dewasa tapi
sampai saat ini saya suka baca buku anak-anak. Kenapa demikian? Karena
buku anak tuh pasti ada banyak gambar menarik dan terlihat lebih ceria.
Kalau menurut kalian bagaimana nih?
"Bu Lek Farid tuh bukunya jelek semua, cuma warna putih tok dan hanya ada tulisan. Rak ono gambar sing apik. Ah, rak asik"
Itulah
yang keponakan saya katakan beberapa tahun yang lalu saat keponakan
saya masih PAUD. Dalam hati saya berjanji ingin membelikan buku bacaan
untuk keponakan saya setelah saya lulus SMK dan sudah bekerja.
Namun,
ketika saya sudah lulus SMK dan sudah bekerja saya malah lupa jika
punya janji ingin membelikan buku anak-anak untuk keponakan saya. Saya
malah lebih suka mengajak keponakan jalan-jalan dan membeli jajanan
makanan daripada membelikannya buku anak-anak.
Tak
terasa ternyata keponakan saya sudah memasuki usia 7 tahun dan
keponakan saya duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Padahal rasanya
baru kemarin untuk pertama kalinya saya menyaksikan sendiri bagaimana
keponakan saya lahir ke dunia ini.
Dan
sudah 7 tahun pula, keponakan saya lebih banyak menghabiskan waktunya
bersama saya daripada ibu kandungnya. Hingga tak jarang saya kerap
dipanggil "ibu" oleh keponakan saya. Saat keponakan pulang dari sekolah
dengan menaiki sepedanya dan sesampainya di rumah, saya langsung
menyambut keponakan saya dan saya memberitahukan kalau saya akan
memperkenalkannya dengan buku anak-anak yang ceritanya dan gambarnya
menarik.
Karena
terlalu bahagia akhirnya keponakan langsung penasaran dengan buku
anak-anak tersebut padahal saat itu keponakan belum mengganti seragam
sekolahnya dengan pakaian sehari-hari. Lalu, buku apakah itu? Buku
tersebut adalah buku anak-anak dengan judul "Main, Apa Dong?" karya Mbak
Lia Herliana.
A. Identitas Buku
Judul Buku : Main Apa, Dong?
Penulis : Lia Herliana
Editor : Yenni Saputri
Ilustrator : Fauzia Khoirunnisa
Penerbit : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Jumlah Halaman : 36 Halaman
ISBN : 978-602-366-465-8
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Juni 2018
Harga : Rp.25.000. (Bisa Dibeli di Toko Buku Gramedia)
Rating : ☆☆☆☆
B. Sinopsis
Oh!
Bima baru tahu. Tarik kursi itu bukan permainan. Permainan apa lagi,
ya, yang bisa membahayakan kita? Yuk, cari tahu bersama Bima, Sekar, dan
Baron agar kita bisa berhati-hati saat bermain.
C. Review Buku
Buku
yang berjudul Main Apa, Dong? karya Mbak Lia Herliana ini cocok menjadi
panduan ayah bunda dalam mendidik anak-anaknya. Cocok juga untuk Bapak
atau Ibu guru kelas satu dan kelas dua sekolah dasar sebagai bahan ajar
untuk mendidik murid-muridnya. Di halaman depan buku ini ada panduan
bagi orang tua yang bisa diterapkan saat buku ini sedang dibaca oleh
anak-anak.
Buku
ini masuk dalam seri waspada, yuk! dengan tokoh Bima, Sekar dan Baron.
Mereka adalah anak-anak sekolah dasar. Bima yang sedang bermain tapi
ternyata Bima belum tahu permainan apa saja yang tidak berbahaya.
Bermain
juga sebaiknya di tempat yang aman agar anak-anak tidak cedera dan
terluka. Karena saat anak-anak bermain dengan hati-hati maka anak-anak
akan senang dan aman. Buku ini juga mengajak anak-anak Indonesia untuk
mencintai permainan seru untuk anak-anak yang ada di Indonesia seperti
permainan petak umpet. Hal ini mengingatkan masa kecil saya karena
setiap kali pulang sekolah saya selalu melakukan permainan petak umpet
di kampung saya.
Buku
ini tidak hanya berisi cerita yang mempunyai pesan saja. Namun di buku
ini ada juga halaman aktivitas yang bisa diisi oleh anak-anak sebagai
bahan evaluasi apakah anak-anak sudah paham dimana sajakah tempat yang
aman untuk bermain saat di sekolah. Di buku ini, adapula tips asyik saat
bermain untuk anak-anak seperti antre, menggunakan alat permainan yang
tidak berbahaya, mematuhi peraturan dan membantu teman.
Keunggulan
dari buku ini yaitu sampul buku yang colorfull dan membuat anak-anak
tertarik untuk membaca. Isi dari buku ini juga lengkap. Mulai dari
cerita hingga adanya halaman aktivitas dan tips asyik. Cerita yang mudah
dipahami dan memiliki pesan yang mudah dipahami anak-anak. Memakai
bahasa yang sederhana dan mudah diingat anak-anak. Tak hanya sampulnya
saja yang colorfull (penuh warna), setiap halaman di buku ini juga penuh
warna sehingga saat membaca buku ini anak-anak tidak akan merasa bosan.
Lalu
bagaimana saat keponakan saya membaca buku ini? Sebelum membaca saja
keponakan saya sudah berseru "HORE" dengan sangat gembira. Setiap
halaman di dalam buku ini yang dibaca oleh keponakan saya membuat saya
senang karena hal tersebut juga membantu keponakan saya untuk tetap
terus belajar membaca.
Saat
membaca halaman awal buku ini, keponakan saya bertanya kenapa buku ini
ada panduan bagi orang tua? Langsung saja saya jawab jika anak-anak yang
masih seumuran keponakan saya kalau mau belajar masih harus didampingi
orang tua supaya bisa memahami hal yang dipelajari. Setelah membaca buku
ini keponakan saya mengatakan kalau ternyata saat bermain harus
hati-hati dan harus di tempat yang aman. Keponakan saya juga menyukai
ilustrasi gambar di buku ini.
Walaupun
keponakan sudah lancar saat membaca buku ini namun ada beberapa kata
yang belum fasih dibaca oleh keponakan saya pada saat membaca buku ini.
Hal itu membuat saya agar mengulangi kata yang sulit dibaca oleh
keponakan saya sampai keponakan saya bisa membaca beberapa kata
tersebut. Setelah satu kali membaca buku ini, ternyata keponakan saya
ingin membaca buku ini lagi dan membawa buku ini saat sedang les karena
ingin belajar membaca buku ini bersama teman dan guru lesnya.
Semoga
saya diberi banyak limpahan rejeki agar bisa membeli buku anak-anak
untuk keponakan saya. Terimakasih banyak saya ucapkan untuk Mbak Lia
Herliana karena akhirnya saya dan keponakan saya bisa membaca buku
anak-anak yang mudah dimengerti dan penuh pesan ini.
Referensi Gambar dan Tulisan : Blog dan Akun Media Sosial Lia Herliana
No comments
Terima kasih sudah berkunjung ke blog Sinok Farida dan memberikan komentar 😍